Sabtu, 04 Desember 2010

News : Ada Apa dengan The Secret ?


Sampai sekarang, DVD maupun buku The Secret masih banyak dibicarakan. Buku-buku “me too” atau buku lain yang senada masih bermunculan. Ada apa dengan The Secret? Saya membeli bukunya, saya menonton Videonya. Dan saya mengambil hikmah dari The Secret. Isinya memang bagus dan menginspirasi. Pertanyaan, apakah isinya benar?
Dalam buku tersebut, disebutkan ada sebuah hukum yang di sebut dengan Law of Attraction. Suatu hukum yang menjelaskan bahwa pikiran kita bisa menarik apa yang kita pikirkan. Saya tidak menolak 100% konsep ini dan tidak juga menerima 100%, namun saya mengambil hikmah dari buku ini.
Seperti dijelaskan dalam ebook saya Beautiful Mind, bahwa hukum ketertarikan ini bisa dijelaskan dengan beberapa teori. Namun terlepas teori mana yang benar atau apakah konsep ini benar atau tidak, saat kita memikirkan tujuan kita, apalagi diiringi dengan emosi melalui visualisasi, tetap saja bermanfaat untuk meraih apa yang kita kita inginkan.
Silahkan Anda visualisasikan visi Anda. Jika law of attraction itu benar, tentu aktivitas ini akan mengaktifkan hukum tersebut. Jika tidak benar, tetap saja visualisasi bermanfaat dalam meraih apa yang kita inginkan. Konsep dan cara visualisasi sudah dibahas secara lengkap dalam ebook Beautiful Mind.
Yang ingin saya sampaikan disini ialah, kita tidak perlu menolak mentah-mentah apa yang disampaikan dalam buku atau DVD tersebut. Saya yakin banyak benarnya dan membawa akibat baik. Namun, tetap saja kita pun perlu menyaring informasi yang ada dari buku dan DVD tersebut sebab yang menulisnya tidak mengerti akidah yang lurus. Jika kita menerima begitu saja, memang bisa menggelincirkan akidah kita.
Hikmah yang bisa saya ambil dari The Secret adalah tentang harapan, fokus pada kebaikan, dan bersyukur. Kemudian pelajaran tentang be, do, have. Saya sudah membahasnya tentang Be Do Have pada dua arikel, disini dan disini. Kesimpulannya ialah jangan menolak mentah-mentah karena masih ada hikmah yang bisa kita ambil dan jangan pula menerima secara utuh sebab belum tentu nilai-nilainya sesuai dengan nilai yang kita anut (nilai Islam).

0 komentar:

Poskan Komentar