Jumat, 27 Januari 2012

This Is For You #part1

This is for you


………all walks of life
has a secret

Have you ever felt?
fall in love too deeply and lost?

Pernah kamu ingat? Saat kita pertama kali bertemu, kamu menggodaku bersama lelakiku dulu, aku menggodamu bersama wanitamu dulu. Dulu. Satu tahun yang lalu.
Saat kamu bersama wanitamu, aku bahagia bersama lelakiku lalu roda kehidupan berputar dan aku bersamamu. Lucu, saat melihat dulu kamu menggodaku dengan lelakiku lalu kini kamu yang menemaniku, kamu yang menggantikannya. Hidup memang terlihat lucu bukan?
Lalu ingat saat kamu mendekatiku. Aku salah tingkah, gelagapan hingga pop ice rasa strawberry kesukaanku dulu meluber dari mulutku, memalukan. Lalu kamu tertawa. Indah sekali.
Saat teman-temanmu dulu menggoda kita, memasang masangkan kita. Hingga pada bulan itu kamu menawarkanku sebuah penawaran yang romantis sekali. “Maukah kamu menjadi kekasihku?” Lalu aku tersenyum kecil, tidak menolak.

Pertama kali setelah aku menerima cintamu, kamu mengajakku untuk pulang bersamamu, aku wanitamu saat itu. Saat itu, ketika harus berjalan kaki bersamamu tanpa kendaraan yang kamu miliki sekarang. Menyenangkan bukan? Ketika kamu menawarkan untuk membawakan buku-bukuku yang terlihat berat lalu aku tersipu malu dan mengatakan “Tidak usah”. Lalu kamu memaksa dan aku memberikannya. Kamu menunggu angkutan, menunggu aku naik lalu mengucapkan “Hati-hati di jalan” lalu kamu melambaikan tangan. Seperti itu saja sudah buat aku melayang.
Lalu saat ada semut di krah seragammu, lalu aku tak berani menyingkirkannya. Hingga saat semut itu akan menyelinap masuk dalam lehermu aku berani untuk mengatakan “Itu ada semut” lalu kamu menyingkirkannya, dan tersenyum kepadaku. Ini hal kecil yang mungkin telah kamu lupakan, tapi memori otakku terlalu sulit untuk melupakan bagian kecil ini.
Kamu tahu aku tak berani menyebrang lalu kamu antarkan, saat pertama kamu memegang tanganku. Saat itu, seperti angin yang datang pada musim panas. Dan sahabat-sahabatku melihat dari jauh lalu menunjuk kita, dan kita tersipu malu dan lanjut berjalan. Hey, apakah ini juga kamu lupakan? Kalau tidak terimakasih masih mengingatnya.

Pertama kali kamu mengajak aku ke sebuah tempat yang indah. Kamu ingin meletakkan moment pertama yang indah dalam hatiku dan dalam otakku yang paling dalam. Kamu tentu tidak melupakan ini. Saat kita berdua bersama di tempat itu, tempat pertama kita. Aku selalu mengingatnya bahkan ketika kamu berusaha menghapusnya. Saat aku berusaha memotret kamu dengan kamera ponselmu merek Sony keluaraan lama, lalu kamu berusaha menghindar dan marah kecil saat aku berusaha mengambil gambarmu. Ugh..ekspresimu saat itu masih membekas.
Ohya, itu saat kamu sudah punya kendaraan bukan? Kamu senang karena bisa mengantarkanku, kamu bahagia. Dan aku bahagia juga tentunya, karena bahagiamu bahagiaku.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Benar kan saat bangun pagi pada saat dulu itu, terasa berat sekali karena mimpi indah akibat keromantisan sms mu semalam. Dengan nama kontak yang sangat lucu hasil karanganku, kamu selalu memanggilku dengan sebutan itu. Aku kreatif, kamu tidak. Haha. Masih terasa lucu.
Saat di sekolah, aku melihatmu dari pintu kelasmu kamu melihatku. Berharap bel pulang dibunyikan lebih cepat agar bisa menemuimu lebih cepat tentunya.
Aku masih ingat bahkan pertama kali kita pulang malam bersama saat kita duduk di bangku kelas 8 SMP, saat itu kamu menjemputku sehabis buka bersama. Kamu menyetir dengan cepat lalu aku merangkulmu. Kamu masih ingat bahkan dimana tempatnya? Yakan?
Saat kita terasa lebih dekat saat kita sudah lama bersama, tanpa terasa.. ya tanpa terasa waktu begitu cepat. Hingga sampai pada hari ulang tahunku dan 3 bulan kita bersama, kamu menghadiahkan sebuah boneka kucing yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, dengan kumis lucu sekali, warna kuning. Kamu tentu berharap aku menyukainya bukan? Aku sangat menyukainya, sayang. Walaupun kamu memberikannya terlambat kurasa itu bukan sesuatu yang penting. Saat ulang tahunmu aku juga menghadiahkan terlambat kan. Dengan secarik kertas bertuliskan cinta di dalamnya, yang selalu kamu simpan dalam meja belajarmu yang kamu amankan agar tidak rusak. Kamu selalu menyukainya. Itu kertas favoritmu saat itu.
                Kamu selalu membuat dunia terasa indah, kamu yang selalu membuat tidak ada hujan di bulan Desember, semua tergantikan oleh pesona matahari di bulan Juni.


                *******************************************************************
Setahun..
Happy Anniversary..
Kamu beri aku surprise sebuah boneka anjing yang matanya sebenarnya dua tapi karena bulunya tebal jadi terlihat seperti satu. Kamu tertawa karena ini kan waktu itu?
Waktu itu kamu suruh aku menutup mataku? Lalu TARA! Kamu menaruh boneka itu dengan angun sekali saat kita makan di sebuah restoran.
Setahun..
Banyak yang berubah, kini aku mengenalmu lebih dekat
Aku mengenal keluargamu, aku mengenal karaktermu, aku mengenalmu lebih dari dulu yang aku tahu, setahun yang lalu.
                Kamu tidak berubah, masih mencintaiku. Masih setia kepadaku. Masih menyayangiku tulus cinta seperti dulu. Kamu bilang aku berbeda bukan? Kamu bilang aku istimewa, aku segalanya. Kamu buat aku seperti putri saat itu. Aku mencintaimu.
Aku bahagia dengamu, Bersama kamu, dengan kamu, dengan janjimu yang menjanjikan itu aku berharap, aku bermimpi dan betapa indah bila mimpi itu diwujudkan bersama kamu. Benar, pelan pelan aku merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, aku semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.
Tapi tahukah kamu sebenarnya rasa itu sudah terasa berbeda semenjak setahun hubungan kita? Terbawa oleh nafsu, aku tak merasakan sayapku yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal. Lalu hanyut dalam tumpukan salju itu.
Lalu saat kita mulai harus fokus pada Ujian Nasional, kita break, aku merasa jauh dari kamu tapi kamu meyakinkanku “Ini hanya sementara, sayang”. Aku percaya kamu dan kamu tidak mungkin meninggalkanku.
Dan.. ingatkah saat momen ujian nasional selesai begitu menyenangkan, lalu kita berlibur ke Bali. Terlalu banyak yang harus diingat disana, saat kita naik boat bersama, disana berdua, menghabiskan waktu bersama. Tapi bagiku ada momen terselip disitu, momen yang sangat membuat lidahku kelu, tak tau harus berkata apa. Saat kamu menemaniku di kapal, saat aku sakit kamu menjagaku. Kamu bersamaku. “Tenang sayang ada aku disini”.
Kamu menjagaku bahkan ketika sampai di Malang, handphone ku tak berhenti berdering sms dari kamu telfon dari kamu yang menanyakan kabarku. Saat aku tidur dan sahabatku yang membalasanya. Ketika aku turun dari bis kamu menjemputku, menungguku sampai Ayah menjemputku. Kamu sendiri belum pulang, kondisimu sendiri tidak terfikirkan. Aku tetap aku yang kamu dahulukan. Itu kebiasaan burukmu sayang.
Aku selalu mengingatnya, saat kamu harus melepas jaketmu untukku, agar aku tidak kehujanan. Saat kamu marah sekali kepadaku karena aku tidak mau memakai mantel, saat kamu rela memegangi kakiku smbil menyetir motor ketika aku ketiduran di motormu waktu aku kelelahan, saat kamu selalu menarik hidungku menjahili aku dengan tingkah lucumu, saat kamu menyuapi aku dengan manja, saat kamu harus bermain lempar botol saat pameran kelas untuk membuatku tertawa, saat kamu menemaniku kemana pun.  Saat kamu selalu ada di sisiku, saat kamu cemburu, saat kamu membuatku tertawa, saat kamu mencuri pandangan ke arahku di setiap saat kiat berjumpa, saat penampilan musik di sekolah kamu memotretku pdahal kamu tahu penampilanku jelek, kamu selalu menyemangatiku kamu ada buatku, saat kamu rela kakimu aku injak agar sepatuku tidak kotor saat kita berteduh di tanah becek dan saat semuanya..saat kita buka bersama.. saat aku ke rumahmu bersama kakak sepupumu untuk liburan bersama. Saat semuanyaaaa, semuanya sayang. Terlalu banayk untuk aku tulis, berlembar-lembar tidak akan mampu menuliskan semuanya. Bahkan angin di bulan Januari ini itu adalah rinduku untuk saat-saat bersamamu. Bersamamu.

Dan saat-saat kelulusan semakin dekat, aku semakin takut… Aku semakin takut jauh darinya, aku semakin takut dengan perpisahan ini…

Saat wisuda pun tiba. Ini terakhir aku bertemu dengan kamu, terakhir kita bersama, kita bertemu walaupun kamu berkata “Tenang sayang, tenang kita pasti ketemu kok walaupun kita beda sekolah nantinya”. Aku tidak bsia tenang, keraguan ini masih menerobos dalam dinding-dinding penguat ini. Sedih rasanya, harus berpisah. Tapi apa yang bisa kuperbuat? Selain menerimanya. Huh aku menghembuskan nafas..
Tapi aku senang saat setelah momen wisuda itu kita masih bertemu untuk mengambil SKHU di sekolah, aku melihatmu lelakiku yang kurindukan. Masih ingat kan saat aku memberikan bola-bola cokelat spesial bikinanku lalu kamu memakannya dengan lahap? Karena kamu bilang eini enak karena dibuat dengan cinta. Aku bahagia sekali..sebelum akhirnya kita benar-benar harus pulang saat itu. Tidak, kita tidak akan bertemu lagi dalam satu sekolah. Kita tidak akan sedekat dulu lagi kekasihku, lelaki perkasaku. Kita tidak akan bisa seperti dulu lagi. Tapi lagi-lagi kamu bilang bahwa semua akan baik-baik saja dengan lelah aku berusaha mempercayainya. Aku berusaha dengan tetesan air mata perpisahanku saat itu.

2 komentar:

bidhanyta mengatakan...

gila. terharu aku bacanya :')
nuke yang sabar ya :''

Nuke Puteri mengatakan...

Makasih dhan :')

Poskan Komentar